Rabu, 14 November 2012
Senin, 05 November 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
Cara Memasukkan File PDF ke Blogger
Postingan ini sebagai respon dari pertanyaan kawan kita,
tentang bagaimana menyisipkan file PDF dalam
posting
Blogger. Ada
trik untuk itu. Kita membutuhkan layanan dari pihak ketiga. Dalam hal ini saya
memberi contoh dengan
menggunakan layanan dari Scribd.com. Semoga
ini juga berguna bagi para teman-teman. Silakan ikuti petunjuk
dibawah ini :
1. Kunjungi
website www.scribd.com
2. Klik Sign Up
untuk mendaftar, Masukkan data diri Anda.
3. Masuk ke akun e-mail Anda. Buka e-mail dari Scribd
berjudul "Verify your e-mail address", klik link yang
tersedia dan
loginlah
4. Pada Step 1 - Choose Documents to Upload, klik browse
untuk memilih dokumen PDF Anda di komputer,
Klik
"Upload"
5. Pada halaman "Describe Your Document", isilah
isian dari judul dokumen hingga keywordnya, klik "Save"
6. Selanjutnya pada halaman "Share Your Document",
gulung halaman ke bawah, pada pilihan "Share This
Document",
klik button" Embed Code"
7. Masuk ke Akun Blogger Anda.
8. Klik "Buat Entri", klik Tab "Edit
HTML", masukkan kode dari Scribd tadi dengan menekan Ctrl + V
9. Hasilnya, dokumen PDF Anda akan termuat dalam postingan
Blogger Anda. Anda tinggal menerbitkan
entri/postingan Anda.
Awalnya anda pasti binggung nanti udah terbiasa terasa
gampang-gampang susah. silakan dicoba
Semoga Berhasil...
Rabu, 10 Oktober 2012
Keteladanan Rasulullah saw. Periode Mekkah
BAB VI. Keteladanan Rasulullah
Periode Mekkah
- Kehidupan Masyarakat Jahiliyah di Mekkah
Muhammad di lahirkan di kota Mekkah, yaitu pada hari Senin tanggal 12
Rabiul Awal tahun Gajah atau pada tanggal 20 April tahun 571 Masehi. Muhammad
adalah keturunan Bani Quraisy. Ayahnya bernama Abdullah Bin Abdul Mutalib,
sedangakn ibunya bernama Siti Aminah binti Wahab. Nabi Muhammad dilahirkan
tanpa ayah disisinya, dan juga dilahirkan di tengah-tengah masyarakat
Jahiliyah. Pada zaman itu manusia tidak menggunakan akal pikirannya untuk
melakukan sesuatu. Wanita dianggap sebagai makhluk yang tak berharga, bahkan
setiap bayi perempuan yang di lahirkan harus di bunuh. Mereka menganggap bahwa
berhala adalah Tuhan mereka. Diantara nama-nama berhala yang mereka sembah
antara lain Hubal, Latta, Uzza, dan Munat. Hubal adalah berhala yang terbesar,
sedangkan Latta adalah berhala yang tertua. Disamping menyembah berhala,
masyrakat jahiliyah juga menyembah malaikat dan binatang seperti yang dilakukan
kaum Sabi’in.
- Muhammad Menerima Wahyu
Muhammad yang kehidupannya dikelilingi oleh berbagai kesesatan jiwanya
menjadi tidak tenang. Muhammad juga sering mendengarkan percakapan orang-orang
tentang berhala. Melihat kejadian tersebut, Muhammad kemudian terpatri tekad
yang kuat untuk mencari kebebasan Hakiki. Ia pergi menjauh dari kota dan
mengasingkan diri dari keramaian. Ia pergi ke sebuah puncak di Gunung Hira’,
yang bernama Gua Hira’.
Hari demi hari, keinginannya untuk mencari kebenaran semakin kuat. Setelah
bertahun-tahun mencari kebenaran, akhirnya Muhammad mendapat petunjuk (wahyu)
pertamanya di dalam mimpi.
Tercantum dalam Surat Al-Alaq ayat 1-5 :
1. اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
2. خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
3. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ
4. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
5. عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَ
Artinya : 1. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan
- Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah
- Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia
- Yang mengajaar manusia dengan pena
- Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dalam Surat Al –
Mudassir ayat 1-7 :
يَاأَيُّهَا
الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيَابَكَ
فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5) وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6)
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7
Artinya :
Wahai yang
berselimut. Bangkitlah dan berilah peringatan, Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan
pakaianmu bersihkanlah. Dan dosa mu, tinggalkanlah. Dan janganlah memberi untuk
memperoleh yang banyak. Dan hanya kepada Tuhanmu saja, maka bersabarlah.``
Dalam Surat
Ad-Duha ayat 1-11 :
1 وَالضُّحَى
Demi waktu matahari
sepenggalahan naik,
2 وَاللَّيْلِإِذَا سَجَى
dan demi malam apabila
telah sunyi,
3 مَاوَدَّعَكَرَبُّكَوَمَا
قَلَى
Tuhanmu tiada
meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepadamu,
4 وَلَلْآخِرَةُخَيْرٌلَّكَ
مِنَالْأُولَى
dan sesungguhnya akhir
itu lebih baik bagimu dari permulaan.
5 وَلَسَوْفَيُعْطِيكَرَبُّكَفَتَرْضَى
Dan kelak Tuhanmu pasti
memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
6 أَلَمْيَجِدْكَيَتِيمًافَآوَى
Bukankah Dia mendapatimu
sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
7 وَوَجَدَكَضَالًّافَهَدَى
Dan Dia mendapatimu
sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
8 وَوَجَدَكَعَائِلًافَأَغْنَى
Dan Dia mendapatimu
sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
9 فَأَمَّاالْيَتِيمَفَلَاتَقْهَرْ
Adapun terhadap anak
yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
10 وَأَمَّاالسَّائِلَفَلَاتَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang
meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
11 وَأَمَّابِنِعْمَةِرَبِّكَفَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat
Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
2. Ajaran
Rasulullah saw. Periode Mekkah
Ajaran Rasulullah periode Mekkah
yang harus didakwahkan oleh Rasulullah saw. Diawal kenabiannya adalah :
- Ajaran mengenai KeEsaan Allah swt.
- Ajaran Mengenai hari kiamat sebagai hari pembalasan
- Ajaran mengenai kesucian Jiwa
- Ajaran Mengenai persaudaraan dan Persatuan.
3. Profil dakwah
Rasulullah saw. Pada periode Mekkah
- berdakwah dengan sikap lemah lembut
(QS. An-Nahl : 125) :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ
عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125)
artinya: serulah (manusia) kepada jalan Tuhan mu
dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang
baik. sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.
- Berdakwah kepada keluarga dan karib kerabat terdekat
(QS. Asy-Syu’ara: 214) :
وَأَنذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْأَقْرَبِيْنَ، وَاخْفِضْ
جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ {الشعراء : 214-215}
Artinya : "Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang
yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman."
- Berdakwah dengan sikap perilaku jujur dan amanah
- Berdakwah dengan sikap sabar dan tawakal
- Berdakwah dengan sikap tasamuh (toleran)
(QS. Al-Kafirun : 1-5) :
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ
مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠
عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ
دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦
Artinya : 1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku
tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan
kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku
tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan
kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu
agamamu, dan untukkulah, agamaku
- Startegi dakwah Rasulullah Periode Mekkah
- Disampaikan secara sembunyi-sembunyi
Dalam kisah permulaan dakwah Rasulullah s.a.w.,
baginda memulainya dengan berdakwah secara sembunyi iaitu dakwah kepada
orang-orang terdekat dengan baginda. Bemula dengan keluarga baginda, kemudian
sahabat, dan seterusnya orang-orang baik yang dikenalinya. Mereka mengetahui
bahawa Rasululullah s.a.w. adalah seorang yang baik, jujur, dan amanah. Oleh
yang demikian, seruan dan ajakan baginda mendapat sambutan positif daripada mereka.
Merekalah merupakan golongan yang terawal memeluk Islam yang tertulis dalam
sejarah Islam dikenali sebagai As Saabiqun al Awwalun (generasi pertama memeluk
agama Islam). Orang pertama yang masuk Islam adalah istri Nabi Muhammad saw.
Yaitu Khadijah Binti Khaulid.
- Disampaikan secara terang-terangan
Rasulullah saw. Menyampaikan dakwah secara
terang-terangan setelah mendapat wahyu dari Allah swt. Agar melaksanakan dakwah
kepada manusia secara terbuka.
(QS. Al-Hijr : 94) :
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ
الْمُشْرِكِينَ
Artinya : Maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musyrik.
- Reaksi Kafir Quraisy Terhadap Tersebaranya Islam
Selain mendapat reaksi keras dari Abu Lahab,
dakwah secara terang-terangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Mendapat
reaksi cukup keras pula dari para pemuka dan tokoh Quraisy lainnya seperti Abu
Jahal, dan Umar Bin Khattab. Hal ini membuat Abu Lahab, Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan
Quraisy terkemuka lainnya yang mendustakan kenabian Muhammad merasa bahwa
Ajaran Muhammad merupakan bahaya besar. Mereka Pun berencana menyerangnya.
Mereka terus berdebat tentang kerasulan Muhammad. Akhirnya wahyu yang datang
kepada Muhammad menjawab debat mereka.
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا
إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ
مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون
Artinya : Katakanlah: "Aku tidak berkuasa
menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali
yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku
membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan.
Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi
orang-orang yang beriman".
- Meneladani Dakwah Nabi Muhammad saw. Dan para sahabat di Mekkah
1. Disampaikan
dengan penuh kehati-hatian, sabar, dan menggunakan bahasa yang halus dan lemah
lembut serta dengan bahasa yang mudah dipahami.
2. Rasulullah saw.
Memposisikan para pengikutnya sebagai sahabat. Hal ini tercermin dalam sebutan
para pengikutnya yakni dengan sebutan “sahabat”. Cara seperti ini menimbulkan
rasa simpati yang luar biasa karena di dalam islam benar-benar diterapkan
kesetaraan.
3. Rasulullah saw.
Selalu bersama para sahabat-sahabatnya, baik dalam keadaan suka maupun duka.
4. Rasulullah dan
para sahabat sangat tabah dan teguh dalam berdakwah, meskipun menghadapi
cercaan dan siksaan yang luar biasa dari kaum kafir Quraisy.
5. Dalam Mendukung
dakwah Rasulullah, para sahabat mengorbankan tenaga, harta, jiwa dan raga
dengan sepenuh hati.
Marron 5 - Payphone
I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?
Yeah, I, I know it's hard to remember
The people we used to be
It's even harder to picture
That you're not here next to me
You say it's too late to make it
But is it too late to try?
And in our time that you wasted
All of our bridges burned down
I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise
I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick
You turned your back on tomorrow
Cause you forgot yesterday
I gave you my love to borrow
But just gave it away
You can't expect me to be fine
I don't expect you to care
I know I've said it before
But all of our bridges burned down
I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise
I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick
Now I'm at a payphone....
[Wiz Khalifa]
Man work that sh*t
I'll be out spending all this money while you sitting round
Wondering why it wasn't you who came up from nothing
Made it from the bottom
Now when you see me I'm stunning
And all of my cars start with the push up a button
Telling me the chances I blew up or whatever you call it
Switched the number to my phone
So you never could call it
Don't need my name on my show
You can tell it I'm ballin'
Swish, what a shame could have got picked
Had a really good game but you missed your last shot
So you talk about who you see at the top
Or what you could've saw
But sad to say it's over for
Phantom pulled up valet open doors
Wiz like go away, got what you was looking for
Now ask me who they want
So you can go and take that little piece of sh*t with you
I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick
Now I'm at a payphone....
Minggu, 07 Oktober 2012
Animal Story
THE LAZY DONKEY
Mamboo was a donkey. He belonged to Ramu, the washerman. Mamboo was very lazy. Often when Ramu called him, he pretended to be sick. Sometimes Ramu beat him. But Mamboo loved slipping and did not care if he was beaten. One day Ramu had to take a heap of clothes to the river to wash. Mamboo knew Ramu would load the clothes on his back. Quietly , he escaped from the courtyard. He found a lonely place far from the house. He slept there under a mango tree.
While Mamboo was sleeping, a dust storm blew up. The strong wind raised dust all round. The wind blew so hard that mangoes fell from the tree to the ground. One mango hit Mamboo on the head. He opened his eyes, then slept again. The wind blew hard carrying along many things. An empty tin hit Mamboo’s back. Startled, he sat up to see what was happening. He looked around. Dust got into his eyes. Then he saw some animals running in the direction of the wind. He stopped a cow and asked, “Why are you all running?”
“Don’t you see the dust storm? We are going home to take shelter.” Mamboo stood up. He too wanted to go home. But he was afraid Ramu would beat him. Now the dust was hurting his eyes. It also got into his nostrils. He started sneezing. With great difficulty he walked back to Ramu’s house. Mamboo waited to hear harsh words from Ramu. He trembled with fear. But Ramu patted his back and said, “Ah, you are back! I was so worried!” “Dhenchu! Dhenchu!” Mamboo brayed happily. He decided never to be lazy again.
Mamboo was a donkey. He belonged to Ramu, the washerman. Mamboo was very lazy. Often when Ramu called him, he pretended to be sick. Sometimes Ramu beat him. But Mamboo loved slipping and did not care if he was beaten. One day Ramu had to take a heap of clothes to the river to wash. Mamboo knew Ramu would load the clothes on his back. Quietly , he escaped from the courtyard. He found a lonely place far from the house. He slept there under a mango tree.
While Mamboo was sleeping, a dust storm blew up. The strong wind raised dust all round. The wind blew so hard that mangoes fell from the tree to the ground. One mango hit Mamboo on the head. He opened his eyes, then slept again. The wind blew hard carrying along many things. An empty tin hit Mamboo’s back. Startled, he sat up to see what was happening. He looked around. Dust got into his eyes. Then he saw some animals running in the direction of the wind. He stopped a cow and asked, “Why are you all running?”
“Don’t you see the dust storm? We are going home to take shelter.” Mamboo stood up. He too wanted to go home. But he was afraid Ramu would beat him. Now the dust was hurting his eyes. It also got into his nostrils. He started sneezing. With great difficulty he walked back to Ramu’s house. Mamboo waited to hear harsh words from Ramu. He trembled with fear. But Ramu patted his back and said, “Ah, you are back! I was so worried!” “Dhenchu! Dhenchu!” Mamboo brayed happily. He decided never to be lazy again.
Senin, 17 September 2012
Nilailah seseorang mulai dari menilai diri sendiri
Di Nilai atau di judge oleh seseorang? itu sudah merupakan hal yang biasa. Namun, mengapa orang tersebut menilai tidak mengoreksi diri mereka terlebih dahulu? Akhi wa Ukhti pasti pernah mengalami hal tersebut bukan? hal itu sudah tak asing lagi dimata kita.
Aku mempunyai sebuah pengalaman, hari itu, tak ku ingat tepatnya tanggal berapa. Aku pergi bersama orang-orang terdekat ku ke suatu tempat. Hari itu aku belum memakai hijab ku. Tepat di hari tersebut pula, aku bertemu dengan seorang perempuan yang tak ku kenal sedikit pun. Ia melihat ku dengan pandangan sinis. Aku beristighfar didalam hati, kemudian ia kembali lagi menatap ku dari atas hingga ujung kaki ku. Apakah ada yang salah dengan ku? Aku tau aku tak secantik dan tak serupawan seperti dia. Apakah bagus menatap seseorang dengan tatap seperti itu? Aku bahwa ia melihat penampilan ku. Tapi, apakah ada yang salah dengan pakaian ku? Lalu aku memutuskan untuk menoleh ke arah yang lebih baik. Ia pun berbisik dengan temannya. Aku tak tahu apa yang ia bicarakan bersama temannya. Cukup sakit rasanya ketika aku dilihat dengan tatapan yang sinis seperti itu. Aku hanya beristighfar dan memohon kepada Allah agar dosa yang ia perbuat pada hari itu diampuni. Pakaian yang ia pakai pun menurut ku sangatlah bagus, tetapi mengapa terbuka? dia Islam, dia perempuan. Tapi hanya Allah yang bisa menilainya.
Dari pengalaman ku pada hari itu, aku mendapatkan lagi sebuah pengalaman baru. Aku dapat mengoreksi diriku sendiri. Jika Kalian ingin menilai atau men-judge someone, hendaklah kalian menilai diri kalian sendiri terlebih dahulu. Apakah yang kalian lakukan, kalian lihat, dan kalian pakai sudah cukup indah? Memberi penilaian dan komentar pada seseorang sangatlah bagus. Agama Islam juga dianjurkan untuk saling mengingati dan menilai satu sama lain dengan hal yang sewajarnya.
Tetapi, ada baiknya kita untuk menilai diri kita sendiri sebelum kita menilai seseorang. :)
Aku mempunyai sebuah pengalaman, hari itu, tak ku ingat tepatnya tanggal berapa. Aku pergi bersama orang-orang terdekat ku ke suatu tempat. Hari itu aku belum memakai hijab ku. Tepat di hari tersebut pula, aku bertemu dengan seorang perempuan yang tak ku kenal sedikit pun. Ia melihat ku dengan pandangan sinis. Aku beristighfar didalam hati, kemudian ia kembali lagi menatap ku dari atas hingga ujung kaki ku. Apakah ada yang salah dengan ku? Aku tau aku tak secantik dan tak serupawan seperti dia. Apakah bagus menatap seseorang dengan tatap seperti itu? Aku bahwa ia melihat penampilan ku. Tapi, apakah ada yang salah dengan pakaian ku? Lalu aku memutuskan untuk menoleh ke arah yang lebih baik. Ia pun berbisik dengan temannya. Aku tak tahu apa yang ia bicarakan bersama temannya. Cukup sakit rasanya ketika aku dilihat dengan tatapan yang sinis seperti itu. Aku hanya beristighfar dan memohon kepada Allah agar dosa yang ia perbuat pada hari itu diampuni. Pakaian yang ia pakai pun menurut ku sangatlah bagus, tetapi mengapa terbuka? dia Islam, dia perempuan. Tapi hanya Allah yang bisa menilainya.
Dari pengalaman ku pada hari itu, aku mendapatkan lagi sebuah pengalaman baru. Aku dapat mengoreksi diriku sendiri. Jika Kalian ingin menilai atau men-judge someone, hendaklah kalian menilai diri kalian sendiri terlebih dahulu. Apakah yang kalian lakukan, kalian lihat, dan kalian pakai sudah cukup indah? Memberi penilaian dan komentar pada seseorang sangatlah bagus. Agama Islam juga dianjurkan untuk saling mengingati dan menilai satu sama lain dengan hal yang sewajarnya.
Tetapi, ada baiknya kita untuk menilai diri kita sendiri sebelum kita menilai seseorang. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
